Ketika perasaan telah terluka, hati telah tersayat, raga tak kuasa lagi berdiri. Air mata selalu ikut campur dalam hal ini. Hati telah terkoyak dan aku rasa aku tak tahu bagaimana cara mengobatinya. Seseorang yang terlihat baik ternyata seorang iblis jahanam , bayangkan bagaimana jika yang ku sayangi ternyata adalah iblis yang sama sekali tak punya nurani. Bayangannya selalu menerawang jauh di mataku, selalu melingkupi di mana tubuhku berada. Aku bimbang, ingin rasanya menghindar namun raga ini tak sanggup, ingin melupakan tapi terlalu indah tuk dilupakan. Perasaanku selalu diliputi kebimbangan yang entah sampai kapan. Langkahku semakin gontai menyongsong cahaya. Aku telah terpuruk, terasingkan, dan tak berguna lagi untuknya dan dia untukku.
Selamat tinggal sosok yang pernah mengisi hari-hariku.
Selamat tinggal sosok yang pernah indah untukku
Selamat tinggal sosok yang pernah memberiku arti
Kini diriku adalah diriku dan dirimu adalah dirimu
Persimpangan yang terbentang di hadapan kita tak bisa membuat kita searah lagi.
Artimu kini telah ku sirnakan, telah ku buang ingatan ku tentang
DIRIMU.....
.
Thursday, April 5, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment